Kulit Hewan yang Sering Digunakan Untuk Bahan Produk Leather

Kulit hewan sudah dimanfaatkan oleh manusia sejak masa lampau. Musim dingin seolah memaksa manusia yang hidup di zaman purba misalnya, saat belum ada teknologi untuk membuat kain dan baju hangat, memanfaatkan kulit hewan untuk dapat tetap hangat dan bertahan hidup. Nah, hewan apa saja yang dimanfaatkan kulitnya oleh manusia sejak masa lampau?

Produk yang terbuat dari kulit binatang memiliki ciri khas tersendiri. Biasanya memang memiliki harga yang lebih mahal karena kualitasnya. Barang yang terbuat atau dilapisi kulit binatang lebih kuat, tampak lebih elegan dan bertahan dalam waktu yang lama.

Proses Penyamakan Kulit Hewan

Sebelum dijadikan bahan baku untuk berbagai produk, kulit hewan yang diambil diolah terlebih dahulu. Proses pengolahannya dikenal sebagai proses penyamakan kulit. Penyamakan kulit dilakukan dengan melewati beberapa tahapan. Dimulai dari tahap persiapan, kemudian tahap pre-tanning (proses basah, beamhouse), tahap tanning (penyamakan) dan tahap akhir (finishing). Berikut penjelasannya.

1. Tahap persiapan

Pada tahap ini akan dilakukan yang namanya curing. Dalam bahasa Indonesia tahapan ini disebut penggaraman. Kulit yang diberi garam akan mampu membersihkan berbagai bakteri yang menyebabkan pembusukan. Sehingga akan lebih awet melalui tahapan selanjutnya.

Proses penggaraman ada beberapa jenis. Pada jenis welt-salting, kulit ditaburi garam dan dipres dengan alat selama 30 hari. Lain halnya dengan brine-curing (larutan air-garam), kulit diaduk dalam kolam air asin selama 16 jam. Proses curing juga bisa dilakukan dalam kondisi suhu sangat rendah. Penyamakan kulit dilanjutkan ke tahap beamhouse.

Jenis Kulit Sapi Nabati, sumber : Ma'had 'Aly An-Nuur
Jenis Kulit Sapi Nabati, sumber : Ma’had ‘Aly An-Nuur

2. Tahan pre-tanning

Setelah penggaraman, kulit kemudian direndam, diberi cairan kapur, dibersihkan dari sisa bulu dan rambut dan dilakukan pengasaman. Berbagai proses ini disebut pre-tanning, yaitu mempersiapkan kulit agar layak untuk dilakukan penyamakan (tanning).

3. Tahap tanning

Ada beberapa metode tanning yang biasa digunakan untuk menyamak kulit. Penggolongan ini berdasarkan bahan penyamak yang digunakan. Beberapa jenis tanning dalam industri kulit penyamakan dengan mineral/logam (Mineral tanning, chrome tanning), penyamakan nabati (Vegetable Tanning), penyamakan sintetis (Synthetic Tanning), penyamakan minyak (Oil Tanning), penyamakan kombinasi (Combination Tanning).

4. Tahap finishing

Proses finishing menggunakan kombinasi perlakuan pelapisan (coating). Misalnya saja aplikasi teknik padding, spraying, atau roller coating. Beberapa proses mekanik seperti buffing, staking dan embossing juga dilakukan untuk mendapatkan kulit dengan spesifikasi tertentu.

Tujuan dari tahap finishing adalah meminimalkan cacat tanpa menghilangkan keindahan asli kulit, memunculkan efek mengkilap (gloss) pada tingkatan tertentu, memastikan bahwa kulit lebut, bisa di mal dan dapat dilipat, memberikan pelindung tambahan pada permukaan kulit, membuat permukaan kulit mudah dibersihkan dan memberikan efek tambahan seperti tampak antik dan klasik.

Kulit Hewan yang Sering Digunakan Untuk Bahan

Produk-produk kulit yang sering kita temui di berbagai outlet produk kulit dan pasar berasal dari kulit hewan yang sudah dimanfaatkan oleh manusia sejak dulu. Namun di Indonesia sendiri sebenarnya terdapat ciri khas dimana pada daerah tertentu, kulit hewan yang digunakan berasal dari hewan tertentu pula.

1. Kulit Kambing

Di Indonesia yang paling sering dijadikan bahan baku mungkin adalah kulit kambing. Kulit kambing termasuk kedalam jenis bahan kulit hewan yang memiliki karakteristik cukup kuat dan tahan lama, namun cenderung lebih halus dan ringan jika dibandingkan dengan kulit hewan lainnya. Kulit kambing biasa digunakan untuk membuat karpet, sarung tangan, dan tas tangan.

2. Kulit Sapi

Kulit sapi yang menjadi bahan baku pusat kerajinan kulit di Jogja merupakan salah satu jenis bahan yang memiliki karakteristik cukup tebal, kuat dan tahan lama. Bagian permukaannya tampak seperti kerikil-kerikil kecil yang bagus dan menarik, sehingga sangat sesuai jika digunakan untuk membuat sepatu, tas, dompet, sarung tangan, ikat pinggang, serta sejumlah produk kerajinan handmade lainnya. Tas kulit Aleta Leather menjadikan kulit sapi asli sebagai bahannya.

Kulit Buaya, sumber Pabrik Kulit Fajar
Kulit Buaya, sumber Pabrik Kulit Fajar

3. Kulit Domba

Kulit domba biasanya digunakan oleh pusat kerajinan kulit daerah Garut. Kulit hewan ini merupakan salah satu jenis bahan kulit yang memiliki karakteristik sangat halus, lembut, ringan dan bisa menyerap air dengan baik. Karena tekstur bahannya tidak begitu kuat, kulit domba ini biasa digunakan bersama dengan wolnya untuk membuat jaket fashion, rompi, maupun karpet.

4. Kulit Banteng

Bahan kulit banteng yang relatif tidak digunakan oleh produsen kerajinan kulit di Indonesia sebenarnya memiliki tampilan yang kurang lebih sama dengan kulit sapi. Hanya saja tekstur kulit banteng cenderung lebih kuat, tebal, dan memiliki pola yang lebih jelas dibandingkan dengan kulit sapi. Karena memiliki karakteristik yang sangat kuat bahan kulit ini lebih banyak digunakan untuk membuat sepatu, karpet, permadani, dan jaket.

5. Kulit Buaya

Dibandingkan jenis kulit lainnya, kulit buaya umumnya dijual dengan harga yang cukup mahal baik dalam bentuk mentah maupun dalam bentuk produk olahan handmade. Selain karakteristik bahannya yang begitu tebal, kuat dan tahan lama, kulit buaya juga cukup sulit untuk diproses. Proses pembuatannya terbilang rumit, ditambah lagi dengan kualitas dan keindahan teksturnya. Bahan produk fashion yang dibuat dari kulit buaya secara keseluruhan terkesan sangat mewah dan elegan.

Domba Berbulu Lebat, sumber Merdeka.com
Domba Berbulu Lebat, sumber Merdeka.com

6. Kulit Ular

Kulit ular dapat dikelompokkan kedalam jenis kulit binatang yang bertekstur halus, lembut, dan tipis (sehingga tidak begitu kuat). Tampilannya yang terkesan sangat menarik dan indah menjadikan bahan kulit ular sangat sesuai jika dijadikan tas tangan, dompet, dan juga sepatu. Berbagai produk dari kulit ulat memang dikenal sangat mahal sekali.

Itu dia beberapa kulit hewan yang sering dijadikan untuk bahan baku berbagai produk kulit yang khas dan menarik. Semoga ulasan ini dapat menjadi tambahan informasi menarik untuk Anda. Simak juga ulasan seputar daerah penghasil kerajinan kulit hewan di Indonesia bersama Aleta Leather.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.